Cerita Persahabatan Masa Kecil
Teman Seperjuanganku
Dahulu
Aku bukanlah anak yang tidak terlalu spesial, bisa dibilang aku hanyalah anak
seperti anak-anak lainnya. Di suatu taman kanak-kanak, aku hanya berteman dengan
teman-teman sekelasku saja. Aku memanglah anak yang tidak mudah bersosialisasi,
aku mulai bersosialisasi ketika seseorang lah yang mengajakku bersosialisasi. Tak
kusangka, Ternyata Aku satu TK dengannya. Ia adalah sahabatku yang merupakan teman
seperjuanganku, walaupun kami tidak sekelas pada saat TK tapi aku tetap
mengenalnya ketika aku masuk ke jenjang berikutnya yaitu sekolah dasar.
Ya,
kami masuk ke SD yang sama. Walaupun masih tetap belum sekelas, kami masih sempat
bermain bersama jika ada permainan atau kompetisi antar kelas. Kami terpisah
dari kelas 1 hingga ke kelas 4, hingga pada akhirnya sekolah memutuskan untuk
memisahkan laki-laki dan perempuan menjadi kelas laki-laki dan kelas perempuan
untuk kelas 5 dan kelas 6. Dari situ aku dapat mengenal lebih baik dan dekat
dengannya, bisa di bilang aku memang berteman baik dengan semua teman kelasku
pada saat SD. Salah satunya adalah ia, yang aku sempatkan waktu untuk bermain
dengannya. Kami bermain banyak sekali hal hingga menghabiskan waktu bersama
yang lainnya, bisa dibilang masa sekolah dasar merupakan hal terindah dariku.
Pada
akhirnya, Aku berpisah dengan sahabat-sahabat sekolah dasarku, mereka sudah
memiliki jalan masing-masing dan memutuskan masuk ke sekolah menengah pertama
yang berbeda denganku, Aku akan rindu dengan mereka atas segala hal yang kita
lalui bersama. Aku masih menetap di sekolah yang sama dimana aku melanjutkan
sekolah menengah pertamaku yang juga adalah sekolah dasarku. Tak kusangka lagi,
ia ternyata juga menetap di sekolah ini dan memutuskan untuk menetap walaupun
sudah di jenjang selanjutnya. Sahabat seperjuanganku, ialah satu-satunya teman
laki-laki sekolah dasarku yang tidak pergi. Pada saat memasuki jenjang SMP,
sejujurnya Aku merasa begitu terpuruk, begitu berbeda dengan apa yang kulalui
saat SD. Sebelum aku masuk SMP Aku terlibat dalam sebuah cinta monyet dengan
seorang gadis, aku begitu mencintainya walaupun itu hanya cinta monyet yang tak
memiliki arti yang jelas, Aku mengira kita akan bersama lama tapi ekspektasi
itu merupakan ekspektasi pada umumnya dimana itu tidak terjadi dan gadis itu
telah diambil oleh orang lain disaat kita memasuki jenjang SMP. Disaat-saat Aku
terpuruk teman seperjuanganku lah yang selalu ada untukku, memberiku semangat,
memberi candaan tentang cintaku yang bersebelah tangan dengan gadis itu, dan
selalu bermain denganku bersama teman-teman SMP lainnya.
Masa
SMP yang begitu datar terbang begitu cepat, Aku sudah duduk di bangku sekolah
menengah atas. Aku bertemu dengan wajah-wajah baru, begitu juga dengan wajah-wajah
lama dikala Aku SD. Tak kusangka Aku akan bertemu beberapa teman SD di SMA, dan
ya, tidak salah lagi jika teman seperjuanganku juga masuk ke SMA yang sama, itu
membuatku sangat senang entah mengapa. Kami melalui banyak hal, mecoba hal baru
seperti bermain video game online bersama, jalan-jalan bersama dengan
teman-teman yang lainnya, hingga menginap di tempatku dan menghabiskan waktu
sepanjang malam. Begitu banyak momen yang Aku lalui dan takkan pernah
kulupakan, terutama dengan teman seperjuanganku. Dialah yang membantuku dalam
segala aspek mulai dari pendidikan yang mau mengajariku pelajaran yang tidak
begitu Aku mengerti dengan sabar, mengajakku
bermain jika aku merasa bosan, menghibur dan memberikan lelucon disaat Aku
merasa terpuruk, dan banyak hal lainnya kulalui bersama dengannya.
Masa
muda SMA yang begitu panjang dan menyenangkan, tak disangka Aku dan teman
seperjuanganku ini harus berpisah dari sini. Disaat masuk kuliah, masing-masing
dari kita sudah tahu bahwa kita sudah punya jalan sendiri masing-masing dimana
aku harus tinggal ditempat asalku dan tidak meninggalkan adikku dan teman
seperjuanganku harus berkuliah di kota lain. Disaat itulah Aku harus berpisah
dengan teman seperjuanganku. Kita punya sejarah yang begitu cukup panjang, dan
entah mengapa Aku dapat mengingat tiap momen yang telah kita lalui bersama.
Hingga sekarang walaupun kami terpisah, kita masih saling bertukar pesan
melalui daring, dengan kesibukan perkuliahan kita masing-masing, kita masih
dapat bermain game online bersama di luar waktu kuliah jika ada waktu, dan
seperti itulah perjalananku dengan teman seperjuanganku hingga saat ini. END.
Komentar
Posting Komentar